Ternyata terlalu lama memandangi komputer apalagi berinternet akan membuat mata dan badan menjadi lelah, hal ini saya alami sendiri pada waktu optimasi Astaga.com lifestyle on the net gejala pertamanya Mata perih, otot-otot tangan mengalami pegal-pegal padahal pekerjaan sehari-hari saya memang di komputer akan tetapi hanya sebatas install windows dan program, bersihkan Virus dan menyelamatkan data, dan modifikasi printer, akan tetapi tidak begitu membuat badan dan mata menjadi lelah berbeda dengan Seo terutama optimasi Astaga.com lifestyle on the net, memang di kontes lifestyle ini saya mengoptimasi blog GoMe Computer secara besar-besaran baik optimasi secara on page dan off page. Apalagi ditambah lagi di dua kontes Seo Festival Museum Nusantara dan nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular serta kegiatan Jasa Seo.
Saya iseng melakukan pencarian di google.co.id, Apasih nama penyakit Lifestyle ini? akhirnya Saya menemukan Jawaban yang memuaskan di http://lifestyle.okezone.com/read/2009/12/24/27/287830/27/dampak-negatif-era-serbakomputer nama penyakitnya “computer vision syndrome”. Adapun yang dimaksud dengan Computer Vision Syndrome adalah kumpulan gejala gabungan dari gejala-gejala dry eye syndrome, astenopia, dan gejala keletihan otot tubuh terutama di bagian leher, punggung , dan pundak. Cara menghindarinya adalah dengan menghindari faktor risiko dry eye syndrome dan astenopia ditambah sedikit pelenturan otot daerah leher dan pundak.
”Kumpulan gejala itu meliputi pusing, kelelahan mata yang bisa mengakibatkan rasa nyeri atau iritasi, mata kering, leher yang kaku atau pegal, dan mata menjadi buram atau tidak fokus,” jelas dokter mata yang juga menjadi konsultan Health Marketing.
Pada waktu memakai komputer, mata berada dalam keadaan akomodasi agar mata kita mampu membaca dari jarak baca normal yaitu 30-33 cm. Namun demikian, jarak mata kita ke layar komputer tidak selalu 30–33 cm bisa lebih jauh atau lebih dekat. Aktivitas menggunakan komputer termasuk melihat dekat yang membutuhkan daya akomodasi.
Keadaan akomodasi terus menerus dapat membuat keletihan pada otot-otot akomodasi mata. Selain itu, saat kita berkonsentrasi di depan komputer maka jumlah kedipan mata berkurang.Sewaktu mata berkedip maka akan dipompa oleh air mata berupa tear film yang segar dan segera menyelubungi permukaan bola mata.
Sementara itu, kurangnya jumlah kedipan akan membuat permukaan bola mata lebih kering dan terasa iritatif. Selain itu, menatap layar komputer secara terus-menerus juga akan membuat otot-otot leher kita menjadi tegang. Begitu juga otot-otot di punggung. Keadaan kursi yang tidak nyaman dan tidak ergonomis dapat membuat otot tubuh kita pegal dan terkadang disertai nyeri.
”Kumpulan gejala astenopia, dry eye, gejala otot leher, dan pundak pegal, serta pusing, dan mata menjadi buram merupakan kumpulan gejala yang dapat terjadi pada computer eye sindrome,” papar dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia ini.
”Untuk menghindarinya, di antaranya adalah dengan tidak terekspos oleh faktor risiko secara berlebihan,” pesan Cosmos.
Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/12/24/27/287830/27/dampak-negatif-era-serbakomputer


